Diskusi Zaman Batu. Menjelang Ramadhan, sebagian kita kembali ke ‘zaman batu.’ Diskusi kuno kembali menghangat: “Tarawih itu 8 atau 20 rakaat?” Satu sama lain saling klaim sesat. Padahal referensinya sudah cukup kuat: (1) Kalau ikut Nabi, sholat sunatnya sendiri-sendiri, boleh di masjid, boleh juga di rumah, jumlah rakaat seberapa mampu, makin banyak tentu makin bermutu. (2) Kalau ikut Umar, sholat sunatnya berjamaah di masjid, mau 8 silakan, mau 20 lanjutkan, bahkan banyak angka-angka lain bermunculan. Qiyamullail ini ibadah sunat yang kaya riwayat. Jangan karena mempertahankan tradisi lalu kita saling menghujat.
DISKUSI ZAMAN BATU
