Disebuah tempat, di sudut dunia yang tak terjangkau oleh akal dan nafsu. Dalam deru rintik irama hujan, di bawah plafond putih berpilarkan misykat, terdengar gemuruh rindu nyanyian malaikat. Syahdu. Tak satupun nama calon presiden kami sebut. Hanya satu nama agung yang kami usung, berulang-ulang, dalam putaran tasbih dan air mata: Allah.. Allah.. Allah.
Dr. Syukriy Abdullah dan Dr. Mulia Saputra (peci putih).
Dr. Syukriy Abdullah dan Dr. Mulia Saputra, di Negeri Tak Terjangkau Akal dan Nafsu


This is really attention-grabbing, You are an overly skilled blogger. I’ve joined your rss feed and look ahead to looking for more of your great post. Also, I have shared your website in my social networks!