Jurnal Suficademic | Artikel No.41 | Maret 2023
RELASI AGAMA DAN SAINS DALAM EMPAT LEVEL ONTOLOGI
Oleh Said Muniruddin | RECTOR | The Suficademic
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM.
Kesatuan Agama dan Sains
Dalam periode awal Islam, agama dan sains, baik dalam tradisi tekstual maupun kontekstual itu manunggal. Tidak terpisah. Ini dapat dilihat dalam dua bukti.
Pertama, Quran yang menjadi referensi utama pengetahuan, itu isinya agama sekaligus sains. Yang kami maksud agama disini adalah pengetahuan tentang wujud “metafisika”, dengan Tuhan sebagai realitas puncak (Wajibul Wujud/Necessarily Existent). Inti agama memang itu. Agama dibangun dari keyakinan kepada ontologi, being, objek atau wujud metafisis (i.e., Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan takdir/keadilan ilahi). Disisi lain; Quran juga berisi ayat, petunjuk atau hukum-hukum (sains) yang menguasai alam semesta. Quran adalah kitab metafisika sekaligus fisika.
Kedua, tidak hanya teks kitab yang punya konten mendalam tentang sains, dalam praktiknya juga begitu. Hanya beberapa waktu setelah era Muhammad SAW, pengkajian sains dan inovasi melonjak pesat. Selain karena spirit “iqrak”, ini juga tidak terlepas dari kemampuan menggali kembali dokumen-dokumen sains dan filsafat Yunani; yang ditranslasi, diuji dan dikembangkan lebih jauh oleh para ilmuan muslim.
Bahkan, karena agama dan sains itu tunggal, islamic schoolars era awal itu rata-rata ahli keduanya. Selain jago ilmu-ilmu “dunia” (sains), juga memiliki karya-karya mendalam di bidang “ukhrawi” (spiritual). Sebut saja Jabir bin Hayyan (721-815 M), Al-Khawarizmi (780-850 M), Al-Farabi (872-951 M), Al-Zahrawi (936-1013), Ibnu Sina (980-1057 M), Ibnu Haytham (965-1040 M) dan mungkin ratusan world class schoolars lainnya sampai abad 15 menjelang kebangkitan Eropa.
Nama terakhir, Ibnu Haytham atau di barat populer sebagai Alhazen, sering kami sebutkan dalam beberapa artikel terakhir, karena “metode saintifik” (penulisan 5 bab dalam karya ilmiah moderen) merupakan warisan darinya, yang sebenarnya diadopsi dari metode metafisika Islam yang diperkenalkan para nabi disepanjang zaman.
BACA: “Syariat-Tarikat-Hakikat-Makrifat: Metode Ilmiah dalam Beragama”
Kita tidak akan membahas semua tokoh itu. Ambil satu sample saja. Ibnu Sina (Avicenna), bapak kedokteran moderen. Karyanya Qanun fi al-Tibb (Canon of Medicine) menjadi rujukan sains kedokteran selama 5 abad. Praktik-praktik pengobatannya menjadi inspirasi sampai sekarang. Sementara Asy-Syifa menjadi buku filsafat penting tentang ketuhanan, fisika, etika, matematika, dan logika.
Selain hafiz sejak usia 10 tahun ini, Avicenna juga ahli puisi. Pandangan ontologisnya tentang dunia ruhiyah (metafisik) juga dahsyat sekali. Ia memang seorang yang memiliki pengalaman-pengalaman spiritual kelas tinggi. Pandangan-pandangan mukasyafahnya diramu dalam resume yang sangat filosofis. Banyak karyanya dalam berbagai bidang ilmu. Total mencapai 250, dalam bentuk buku ataupun risalah. Karena keahliannya, ia digelar Al-Shaikh Al-Rais (The Leader Among Wisemen), Hujjat Al-Haqq (The Proof of God) dan Amir Al-Attibba’ (The Prince of Physicians). Gelar-gelar ini menunjukkan bahwa ia memang seorang ahli dunia (fisika) sekaligus akhirat (metafisika); ilmuwan sekaligus ulama.
Figur Ibnu Sina dan lainnya merupakan gambaran “kesatuan” agama dan sains dalam diri seseorang. Kalau merujuk ke era Islam klasik, ilmuan itu ibarat “ensiklopedia” yang “multi-perspektif”. Mereka menguasai metodologi ilmu-ilmu sosial dan fisika, sekaligus metafisika. Mereka menguasi dunia, sekaligus akhirat. Mereka memahami sains, sekaligus sangat mengenal/akrab dengan Tuhannya. Hal inilah yang terasa hilang dari bangunan pengetahuan kita hari ini. Mengapa?
Pemisahan Agama dan Sains
Hari ini, pengetahuan agama dan sains seperti terbelah. Sebuah universitas biasanya hanya terdiri dari fakultas ilmu-ilmu ‘dunia’ (ekonomi, kedokteran, teknik, hukum dan lainnya). Untuk urusan berbau agama dan ketuhanan, itu harus dicari di luar itu. Pemisahan ilmu ‘dunia’ dari ilmu akhirat terjadi bukan karena sebatas alasan “spesialisasi”. Tetapi lebih sebagai “sekularisasi”. Sains dan agama dipersepsikan sebagai dua ruang terpisah.
Cara pandang dikotomis antara agama (metafisika) dan sains (fisika) yang telah mengakar dalam sistem pendidikan kita. Kalau diselidiki, ini tidak terlepas dari pengaruh revolusi di Eropa yang terjadi sejak abad 14 sampai 17. Pada periode itu, Eropa mulai beralih dari abad pertengahan ke abad moderen. Mereka menyebut masa-masa ini sebagai “renaisance” (masa pembaharuan). Terjadi perubahan sosial besar pada fase ini. Masyarakat bergerak meninggalkan masa lalu yang gelap, yang mereka sebut sebagai Dark Ages (abad 5-15 M).
Masa lalu mereka adalah “agama”. Agama dianggap sebagai biang kemunduran. Gara-gara gereja, mereka selama 1000 tahun terjebak dalam doktrin-doktrin keimanan yang tidak mencerahkan. Agama menghalangi mereka berfikir dan menelaah alam secara kritis dan rasional. Agama melarang mereka menyimpulkan sesuatu yang bertentangan dengan dalil yang sudah ada. Dalil-dalil agama seperti tidak boleh diuji lagi. Nicolaus Copernicus misalnya, dihukum mati gegara menyebut matahari sebagai pusat tata surya. Akibatnya, Kristen ditinggalkan secara besar-besaran, dipisahkan dari semua bidang kehidupan dan pengetahuan.
Eropa akhirnya maju setelah meninggalkan agama yang mereka anggap tidak faktual. Sistem edukasi dan pengetahuan dirancang kembali. Selain mengutip kembali berbagai teks Yunani yang kaya sumber inspirasi, sejak abad 12 juga telah dimulai proses adopsi dan penerjemahan sains karya para filsuf dan ilmuan muslim. Semua itu di kemas dalam struktur pengetahuan baru yang sekuler: agama dipisahkan dari sains. Ini sesuatu yang selama 1000 tahun tidak terjadi dalam masa islamic golden ages (abad 6-15 M).
Ketika Eropa menjajah dunia Islam, sistem edukasi inilah yang diperkenalkan. Disamping mereka juga melemahkan institusi agama, karena menjadi pusat-pusat ideologi perlawanan. Sebagai gantinya, lahirlah sekolah dan universitas-universitas baru yang berfokus pada penggalian pengetahuan pada dimensi material saja. Lahirlah kebanggaan baru, bahwa ontologi fisik (materi) merupakan satu-satunya objek pengetahuan yang pantas diteliti. Selebihnya, apa yang disebut “metafisik” adalah dimensi tahayul dan khurafat; atau sesuatu yang tidak pantas diketahui dan hanya akan membuat kita ketinggalan zaman.
Berkembangnya filsafat materialisme sebagai buah dari renaisans juga memperkuat sekularisme dalam dunia pendidikan. Benih materialisme sudah ada sejak zaman Epikuros (341-270 SM) ataupun Demokritos (460-370 SM) di Yunani kuno. Di awal abad 18, mazhab atomic ini dipertajam kembali oleh La Mettrie dan Baron d’Holbach. Lalu dilanjutkan oleh para filsuf Jerman abad 19 seperti Feuerbach, Moleschott, Buchner, dan Haeckel; sampai bangunan ateisme menjadi kokoh.
Dalam era keterjajahan, mayoritas muslim memang tetap meyakini keberadaan agama dan dunia immaterial (Tuhan, malaikat, dan esensi ruhiyah lainnya). Hanya saja, epistemologi atau cara memperoleh pengetahuan tentang itu sudah dipisah dari kurikulum sekolah. Hal-hal metafisis dianggap bukan lagi sains yang dapat memajukan kehidupan. Percaya dan terlalu serius dengan hal-hal itu dianggap sesuatu yang tradisional, tidak relevan dengan kemajuan zaman. Kaum ruhaniawan diisolir dari kemoderenan. Dipaksa pindah ke gunung dan pinggir-pinggir hutan.
Karena itu, tarikat dan sufisme (studi terhadap hal-hal gaib/ontologi non-materi) dianggap biang kemunduran umat. Munculnya dinasti Saud bersama wahabismenya di abad 18, sampai lahirnya negara Saudi atas prakarsa Inggris pada awal abad 20 juga ditujukan untuk mengucilkan tradisi spiritual yang sangat esensial dalam Islam ini. Semua pusat inkubasi metafisis spiritual di kota Mekkah dihancurkan. Sejak saat itu, Islam mengalami masa kegelapan. Penjajahan tidak hanya membuat kita tertinggal secara sains, tapi juga spiritual.
Nabi dan Sufi, Kumpulan Researchers Wujud Tuhan
Saat Eropa hidup 1000 tahun dalam abad kegelapan (5-15 masehi), itulah abad kemunculan dan kegemilangan Islam dalam bidang metafisika yang dilanjutkan oleh sains sosial dan fisika. Munculnya Muhammad SAW pada abad ke 6 M memperkuat kembali tonggak pengetahuan metafisika yang pernah diperkenalkan para spiritual researchers (nabi-nabi) terdahulu, sejak Adam as sampai Isa as.
Muhammad termasuk manusia baru, yang hadir memperkenalkan diri sebagai utusan Tuhan. Dia mengaku telah berjumpa (wushul) dengan Tuhan. Dia mengaku dapat berkomunikasi dengan-Nya, juga dengan para malaikat-Nya. Apa tidak ngeri ngeri membuat pengakuan seperti itu. Padahal dia hanya manusia biasa seperti yang lainnya yang hidup di akhir zaman. Makanya, ia sampai dituduh gila dan dikucilkan. Tapi daya juangnya sangat kuat. Ia mampu meyakinkan banyak orang.
Bagi para sufi dan ilmuan metafisika, apa yang dialami Muhammad bin Abdullah itu bukan hal baru. Melainkan sesuatu yang pernah dialami para pendahulunya. Ada sekitar 124.000 orang (atau tercatat 25 orang dalam Quran) yang punya kemampuan metodologis serupa dengan Muhammad. Mereka semua adalah orang-orang yang sejak zaman kuno sampai akhir zaman, masih punya kecerdasan untuk “berjumpa” Tuhan.
Artinya, kemampuan mengobservasi (‘melihat’) Tuhan adalah pengalaman empiris yang sudah ada sejak era awal manusia. Itu sesuatu yang dapat direplika secara berulang-ulang, disetiap tempat dan zaman. Oleh berbagai suku dan bangsa. Artinya, ini memang sesuatu yang ilmiah. Buktinya, para nabi melakoni prosedur dalam langkah-langkah yang teratur dan sistematis, sangat metodologis (i.e., berkhalwat dsb), sehingga bisa beririsan dengan berbagai wujud ontologi pada dimensi ketuhanan.
Kesimpulannya, dunia metafisika kenabian adalah sesuatu yang ilmiah, bisa diriset berulang-ulang. Hanya saja perlu ditelusuri, metodologi apa yang digunakan untuk mengakses alam immaterial. Dalam Islam diyakini, Muhammad SAW telah mewarisi metode “rahasia” itu kepada sejumlah penerus sanad keilmuan.
Empat Hirarki Ontologi
Nabi Muhammad SAW tidak berfokus pada pengembangan sains dalam 63 perjalanan hidup, atau 23 tahun kenabian. Ia tidak memposisikan diri sebagai saintis murni. Dalam artian, Beliau tidak membuat temuan-temuan bersifat teknologikal kepada masyarakatnya. Namun, “karya” yang Beliau bawa (Quran), menjadi rujukan para saintis di sepanjang zaman. Agak aneh. Dia bukan saintis. Tapi punya ‘karya’ yang menjadi rujukan para saintis sesudahnya. Kenapa bisa demikian?
Karena, Muhammad sudah bermain pada ontologi tertinggi yang melampaui alam fisika. Ketika seseorang telah mampu mencapai dimensi metafisika, dimensi fisika menjadi terbuka. Semua pengetahuan alam (fisika) yang ada dalam Quran, diperoleh ketika Beliau telah mencapai kedudukan sebagai ahli metafisika. Artinya, metafisika memiliki hirarki lebih tinggi dalam ontologi wujud. Kalau digambarkan, yang tertinggi adalah ontologi metafisika, kemudian ontologi filosofis, dan kemudian baru ontologi fisika:
Ontologi Metafisika (Tuhan/Ruh) –> Ontologi Filosofis (Ide/Konsep/Abstraksi Mental) –> Ontologi Fisika (Alam Materi)
Pertama, ontologi metafisika (Tuhan/Ruh). Tuhan merupakan ontologi tertinggi, Causa Prima, Penggerak Awal, Realitas Absolut, penyebab segala sesuatu terjadi di bawahnya. Karena itulah, para nabi memilih bermain para wilayah tertinggi ini. Mereka menjadi ahli di bidang yang meliputi semua wujud. Orang-orang ini digambarkan berada di puncak pohon sidrah al-muntaha, yang menguasai semua elemen pengetahuan di bawahnya. Karena itu pula, Nabi hadir untuk melatih manusia pada kecerdasan metafisis ini, agar kita semua bisa dekat dengan Allah SWT.
Karena kemunculan nabi dan orang-orang sejenisnya (para wali), Tuhan dapat dikonfirmasi keberadaannya dan masih bisa diajak bicara. Sehingga agama kembali menjadi relevan, dan manusia menemukan hakikat tujuan hidupnya. Nabi menguasai metodologi untuk berinteraksi dengan Allah. Ilmu untuk “mengobservasi” Allah dipercaya telah ia wariskan secara khusus kepada sejumlah ahli ilmunya di berbagai tariqah.
Para ilmuan muslim dimasa kegemilangan Islam (abad 8-14 M), kalau kita baca karya-karya spiritualnya, terasa sekali bahwa mereka memang orang-orang yang mewarisi metode ini dari nabi. Kalau ditelusuri, selain berprofesi sebagai saintis dan fuqaha, kebanyakan mereka juga penempuh jalan spiritual/tarikat tertentu. Makanya, karya-karya sufistiknya agung sekali. Bahkan menjadi mata air pengetahuan yang tidak habis-habisnya untuk dikaji sampai sekarang. Sebutlah diantaranya Al-Ghazali (1058-1111 M), Ibnu Arabi (1165-1240 M), Jalaluddin Rumi (1207-1273 M) dan Mulla Shadra (1572-1640 M).
Kedua, ontologi rasio (intelek/abstraksi ide). Adalah alam ide, konsep atau filosofi. Dia eksis di alam mental setiap manusia. Manusia adalah makhluk berakal. Kemampuan berfikir logis adalah bawaan lahir kita. Salah satunya matematik. Misalnya, 1 dibagi 99 hasilnya 0,01 (angka 0,01 itu hanya ada dan benar dalam teori, tidak bisa dibuktikan dalam realitas fisik. Tidak mungkin kita mendapati sebuah mangga yang berjumlah 0,01). Oleh sebab itu, ilmu seperti matematik menjadi filsafat penting (“ibu dari ilmu”). Konsep-konsepnya yang logis membantu kita memahami/mengukur realitas lainnya termasuk realitas fisik dan optik.
Selain matematik, akal adalah ontologi yang juga punya karakter logis dalam menalar sesuatu dalam realitas konseptual. Baik Tuhan maupun fenomena wujud fisik di alam dapat dipahami dengan adanya elemen rasio. Karenanya, ontologi ini menjadi perangkat penting yang integral dalam diri seseorang. Sebab itu menjadi sesuatu yang membuat manusia menjadi manusia (mampu berfikir). Untuk itu, kami menempatkan ontologi ini pada posisi kedua setelah metafisik.
Ketiga, ontologi fisik (materi). Adalah realitas materi (atom) yang ada di tengah alam dan masyarakat (sosial). Semua unsur materi bisa diketahui, diukur, diuji, diobservasi, dideteksi, diakses, atau dipahami melalui metode riset tertentu. Tentu dengan menggunakan perangkat-perangkat inderawi. Jadi, sebuah fenomena di alam, bisa diakses melalui fakultas indera, lalu dianalisis melalui perangkat filosofis (reasoning/akal). Barulah kemudian sebuah realitas dapat diketahui/pahami.
Karena objek fisik adalah bahan amatan manusia, sekaligus asal muasalnya dari sesuatu yang immateri, maka ia menjadi realitas paling rendah dalam ontologi wujud. Namun demikian, ia juga sangat penting untuk dikuasai. Sebab, banyak bagian keduniaan/peradaban manusia (i.e., teknologi) lahir dari pengamatan dan percobaan pada berbagai wujud alam fisika. Tapi, untuk sampai ke Tuhan (untuk pulang ke rumah kita yang asli), tetap harus menguasai teknologi metafisika. Semua unsur atom akan tertinggal di bumi. Hanya Ruh yang akan kembali. Inilah juga peran nabi dan para wali, memastikan kita punya metodologi untuk “kembali”.
Empat, ontologi teks. Adalah realitas teks. Dalam pengetahuan, ini hanya berfungsi sebagai informasi. Quran misalnya, itu teks (kitabi, kumpulan teori/argumentasi). Nilainya tentu sangat suci, karena berasal dari Ilahi. Teks tidak membuktikan apapun selain hanya sebagai berita. Makanya para nabi disebut sebagai “penyampai berita”. Untuk dapat dibuktikan kebenaran teks secara aktual, maka dibutuhkan alat lain seperti akal, indera dan ruh. Sehingga teks dapat dikonfirmasi lagi kebenaran (atau mungkin juga kepalsuannya). Allah misalnya, itu dalam Qur’an diinformasikan bahwa Dia benar ada. Maka akal bisa bekerja untuk membuktikan bahwa dia secara rasional ada. Ruh juga begitu, bisa bekerja secara iluminatif melalui proses mikraj ruhani untuk bisa bertemu dengan sosok yang tertulis dalam teks. Sehingga Allah itu dapat dikonfirmasi keberadaan realitasnya secara Dzati. Sedangkan secara inderawi, usaha mengobservasi realitas Tuhan bisa saja dilakukan. Tapi tidak akan sampai ke realitas hakiki, karena wujud dan level kekasatan ontologinya beda. Indera hanya mampu menangkap gejala atau “tanda-tanda” keberadaan-Nya saja.
Menghidupkan Kembali Spiritual Science (Riset Metafisika)
Seribu tahun setelah masa kegelapan (abad 5-15 M), serta tertipu oleh ajaran agama yang tidak lagi ilmiah, bangsa Eropa akhirnya memutuskan untuk melakukan migrasi besar-besaran ke mazhab sekuler (ateis).
Bagaimana dengan dunia muslim, sudah berapa lama pintu ijtihad di tutup, serta akses untuk menjangkau Tuhan dilarang? Tinggal hitung, kalau sudah sampai 1000 tahun, khawatir kita umat Islam akan melakukan hal serupa. Pemberontakan pasti akan terjadi. Sebutlah pintu ijtihad sudah ditutup sejak pertengahan abad 9. Sekarang sudah abad 20. Artinya, sudah 1000 tahun. Kalau kita lihat, gejala dan gelombang ateisme dan sekularisme di tengah kita sebenarnya sudah cukup kuat. Mungkin masih-malu-malu saja mengakuinya.
Mungkin ijtihad untuk bidang hukum agama (syariat) sudah memadai. Dalilnya sudah melimpah. Tapi, pengalaman sufistik untuk merasakan kehadiran Allah adalah sesuatu yang penting. Agama itu pengalaman (experiencing sector). Apa yang dialami Nabi secara spiritual, idealnya juga dialami umatnya. Kalau nabi dan para walinya bisa mengobservasi dan merasakan kedekatan dengan wujud Tuhannya, maka kita juga harus bisa. Jika tidak, agama tidak lagi ilmiah. Agama telah berubah menjadi mitos. Sesuatu yang tidak bisa diulangi dan replika, itu tidak ilmiah. Agama adalah sesuatu yang seharusnya universal, pengalaman spiritual yang bisa dialami dan ulangi di setiap zaman dan tempat. Jika perjumpaan dengan Allah merupakan sesuatu yang sering terjadi di masa lalu, dimasa kini harusnya juga bisa, jika metodologinya serupa.
Disinilah letak challenge. Ateis atau tidak seseorang, mampu atau tidak ia mengakses Tuhan yang metafisis, itu tergantung pada penguasaan metodologi. Yang jelas, metodologi riset alam fisika tidak bisa dibawa ke ranah metafisik. Sebab, wujud ontologi yang coba diserap jauh berbeda. Mata inderawi juga tidak memungkinkan menangkap Wajah-Nya. Sebab, dia tidak ada dalam dimensi ruang dan waktu sebagaimana objek-objek fisika. Maka dibutuhkan bantuan “mata mikroskopis” lainnya (Ruh) untuk menjangkau Dia. Ruh merupakan elemen iluminatif yang punya potensi untuk mampu mengobservasi dan merasakan kehadiran Dzat Allah. Metode perjalanan Ruh inilah yang perlu didalami kembali lewat para guru yang masih menyimpan metodologi sains spiritual ini. Langka orangnya. Tapi ada.
Allah itu “gaib”. Iya, itu perspektif fisika. Apa maksud “gaib”, atau kenapa disebut “gaib”? “Gaib” adalah ontologi metafisis. Gaib adalah sesuatu yang tidak dapat diakses oleh mata fisis (inderawi). Tapi dapat diakses oleh mata atau bentuk-bentuk kesadaran yang lebih tinggi. Bagi nabi, Tuhan tidak gaib. Sudah pernah dijumpainya. Jadi, gaib bukanlah sesuatu yang total tidak dapat ditemui atau jumpai. Melainkan sesuatu yang butuh usaha atau metodologi khusus untuk mendekatinya. Segala sesuatu memang “gaib”, sebelum diriset. Setelah diriset, ditemukan jawaban dan wujudnya, tentu tidak gaib lagi. Agama “gaib” adalah agama untuk orang awam. Untuk orang cerdas dan dewasa, yang telah melakukan pencarian, seharusnya tidak gaib lagi.
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.
#powered by SUFIMUDA
___________________
FOLLOW US:
SAID MUNIRUDDIN | The Suficademic
Web: saidmuniruddin.com
YouTube: youtube.com/c/SaidMuniruddin
TikTok: tiktok.com/@saidmuniruddin
IG: instagram.com/saidmuniruddin/
Facebook: facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter: twitter.com/saidmuniruddin
Join Grup WA: The Suficademic-1
Join Grup WA: The Suficademic-2


Terima kasih.
Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good. https://accounts.binance.com/ph/register-person?ref=53551167
You are so awesome! I don’t think I’ve truly read through something like that before.
So nice to find another person with some genuine thoughts on this subject matter.
Seriously.. thanks for starting this up. This site is
something that is needed on the internet, someone with a little originality!
naturally like your website however you have to check the spelling
on quite a few of your posts. A number of them are rife with spelling issues and
I find it very troublesome to tell the truth however I’ll surely come back
again.
I’ve been browsing online more than three hours today, yet I never discovered any fascinating article like yours.
It is lovely worth enough for me. Personally, if all webmasters and bloggers made excellent content
as you probably did, the web shall be a lot more helpful than ever
before.
I think that everything wrote was actually very reasonable.
But, what about this? suppose you added a little content?
I ain’t saying your information isn’t good., however suppose
you added a title that grabbed a person’s attention? I mean RELASI AGAMA DAN SAINS
DALAM EMPAT LEVEL ONTOLOGI – SAID MUNIRUDDIN is kinda plain. You ought
to peek at Yahoo’s front page and watch how they create post
headlines to get viewers to open the links. You might add a
related video or a picture or two to get people interested
about everything’ve got to say. Just my opinion, it might bring your posts a little
livelier.
If some one wishes to be updated with most up-to-date technologies then he must be visit this
website and be up to date all the time.
This design is incredible! You obviously know how to keep a reader entertained.
Between your wit and your videos, I was almost moved to start my own blog (well,
almost…HaHa!) Excellent job. I really loved what you had to say, and more
than that, how you presented it. Too cool!
Howdy! This blog post could not be written much better!
Going through this article reminds me of my previous roommate!
He always kept preaching about this. I’ll send this post to him.
Fairly certain he will have a very good read.
Thanks for sharing!
I have been exploring for a little bit for any
high quality articles or weblog posts on this kind of house .
Exploring in Yahoo I at last stumbled upon this website.
Studying this info So i’m glad to show that
I’ve an incredibly just right uncanny feeling I
discovered exactly what I needed. I so much unquestionably will make sure to don?t overlook this web site and provides it a look
on a continuing basis.
Great post! We will be linking to this particularly great post on our
site. Keep up the great writing.
Highly energetic blog, I enjoyed that bit. Will
there be a part 2?
I was extremely pleased to discover this web site. I want to to thank you for
your time due to this wonderful read!! I definitely enjoyed every bit of it and i also have you book marked to check out new stuff on your blog.
This is really interesting, You’re a very skilled blogger.
I’ve joined your feed and look forward to seeking more of your fantastic post.
Also, I have shared your web site in my social networks!
Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied on the video to make your point.
You definitely know what youre talking about, why throw away your intelligence on just
posting videos to your weblog when you could be giving us something informative to read?
Greetings from Colorado! I’m bored to tears at work
so I decided to check out your site on my iphone during lunch
break. I enjoy the information you provide here and can’t wait to take a look when I get home.
I’m amazed at how quick your blog loaded on my cell phone ..
I’m not even using WIFI, just 3G .. Anyhow, fantastic blog!
Thanks for ones marvelous posting! I quite enjoyed reading it, you’re a great author.I will be sure to bookmark your blog and will often come back
very soon. I want to encourage continue your
great writing, have a nice holiday weekend!
Hello colleagues, how is the whole thing, and what you desire
to say concerning this piece of writing, in my view its truly amazing
for me.
You actually make it seem so easy with your presentation but I find this
topic to be really something that I think I would never
understand. It seems too complicated and extremely broad for me.
I am looking forward for your next post, I’ll try to get
the hang of it!
I think this is among the most significant information for me.
And i am glad reading your article. But wanna remark on few general things,
The web site style is wonderful, the articles is really excellent :
D. Good job, cheers
Nice post. I learn something new and challenging on sites I stumbleupon on a daily basis.
It will always be exciting to read articles from other authors and use something from
their sites.
Ridiculous quest there. What happened after? Thanks!
Greetings! I know this is kind of off topic but I
was wondering if you knew where I could get a captcha plugin for my comment
form? I’m using the same blog platform as yours and I’m having difficulty finding one?
Thanks a lot!
I will immediately seize your rss as I can’t
find your e-mail subscription hyperlink or newsletter service.
Do you have any? Please permit me realize so that I may just subscribe.
Thanks.
I got this web site from my friend who shared with me on the topic of this web site and now this time I
am browsing this site and reading very informative articles or reviews here.
It is not my first time to go to see this site, i am visiting this site dailly
and take fastidious data from here everyday.
Hi there! Quick question that’s completely off topic.
Do you know how to make your site mobile friendly?
My website looks weird when browsing from my iphone. I’m trying to find a
template or plugin that might be able to resolve this problem.
If you have any suggestions, please share. Many thanks!
Valuable information. Lucky me I found your site by chance, and I’m surprised why
this coincidence didn’t came about in advance! I bookmarked it.
Thank you, I’ve just been searching for info about this topic for a while and yours is the best I’ve discovered so far.
However, what concerning the conclusion? Are
you positive about the supply?
Excellent post! We will be linking to this great post on our website.
Keep up the good writing.
Excellent items from you, man. I have remember your
stuff previous to and you’re just too fantastic.
I actually like what you’ve obtained right here, really like what you are stating and the way in which through which you assert it.
You make it entertaining and you still care for to stay it smart.
I can’t wait to learn far more from you. This is really a tremendous website.
Hello very nice blog!! Guy .. Beautiful .. Amazing ..
I will bookmark your blog and take the feeds
additionally? I’m glad to seek out a lot of useful info right
here within the submit, we’d like develop extra techniques on this regard, thanks for sharing.
. . . . .
Hey There. I found your blog using msn. This is a really well written article.
I’ll be sure to bookmark it and come back to read more of your
useful information. Thanks for the post. I will definitely return.
Good day! I know this is kinda off topic nevertheless I’d figured I’d
ask. Would you be interested in exchanging links or
maybe guest writing a blog article or vice-versa?
My blog goes over a lot of the same topics as yours and I believe we could greatly benefit from each other.
If you might be interested feel free to send me an email.
I look forward to hearing from you! Wonderful blog by the way!
What’s up i am kavin, its my first occasion to commenting anyplace, when i read this article i thought i could also create comment due to this sensible
post.
Undeniably consider that that you stated. Your favorite justification appeared to be on the internet the easiest factor to remember
of. I say to you, I certainly get irked while other folks consider worries that they plainly don’t recognise about.
You managed to hit the nail upon the highest and outlined out the whole thing with no need side effect , other people can take a signal.
Will likely be again to get more. Thank you
I’m not that much of a online reader to be honest but your sites really nice, keep it up!
I’ll go ahead and bookmark your website to come back later.
Cheers
I’m not sure why but this blog is loading very slow for me.
Is anyone else having this issue or is it a problem on my end?
I’ll check back later on and see if the problem
still exists.
each time i used to read smaller posts that as well clear their motive,
and that is also happening with this article which I am
reading at this place.
I have to thank you for the efforts you’ve put in writing this blog.
I really hope to check out the same high-grade blog posts by you
in the future as well. In fact, your creative writing abilities has encouraged me to get my own, personal blog now 😉
Excellent post but I was wondering if you could write a litte more on this subject?
I’d be very grateful if you could elaborate a little bit further.
Bless you!
Good day I am so grateful I found your blog page, I really found
you by mistake, while I was researching on Askjeeve for something else, Nonetheless I am here now and would just like to say
thanks a lot for a remarkable post and a all round
interesting blog (I also love the theme/design),
I don’t have time to go through it all at the minute but I have book-marked it and also added in your
RSS feeds, so when I have time I will be back to read a great deal
more, Please do keep up the great job.
Hi, after reading this awesome post i am also cheerful to
share my knowledge here with friends.
Howdy! Someone in my Facebook group shared this site with
us so I came to check it out. I’m definitely enjoying the information. I’m book-marking and will
be tweeting this to my followers! Outstanding blog and great design.
Good write-up. I absolutely appreciate this website.
Keep it up!
Thank you for another informative website.
The place else may just I am getting that type of info written in such a perfect means?
I have a mission that I’m simply now operating on, and I’ve been on the look out for such info.