Dari Sri ke Purbaya, Memprediksi Ekonomi Indonesia

Bagikan:

Jurnal Suficademic | Artikel No.22 | September 2025

Dari Sri ke Purbaya, Memprediksi Ekonomi Indonesia
Oleh Said Muniruddin | Dosen FEB Universitas Syiah Kuala

SUATU sore, beberapa waktu setelah Purbaya diangkat jadi Bendahara negara, kami ngobrol singkat dengan salah satu kolega. Beliau dosen program studi ekonomi pembangunan, di Universitas Syiah Kuala.

“Bagaimana kondisi ekonomi Indonesia 2-4 tahun ke depan ditangan Purbaya”, begitu kami membuka diskusi.

Beliau menjawab:

“Itu belum bisa kita ketahui, kita harus lihat dulu apa yang akan ia lakukan dalam setahun ini”.

Kami menjawab seloroh:

“Kalau harus menunggu dan melihat sang menteri sudah bekerja serta sudah ada hasil, baru kemudian bisa dinilai; maka tak harus melibatkan ekonom, semua orang bisa menilai, sebab sudah terjadi”.

“Seorang ekonom harus tau apa yang akan terjadi ke depan, sebelum sesuatu terjadi. Maksudnya, hanya dengan membaca nama menteri, tau tanggal lahir, melihat bentuk wajah, kedip mata, nada bicara, gerak langkah dan cara senyum; seorang ekonom sudah harus punya rasa percaya diri untuk mem-forcast ekonomi kita itu persisnya akan seperti apa. Itu baru ekonom betulan”, jawab saya.

Kami pun sama-sama tertawa.

***

Mungkin salah satu bendahara, sekaligus prediktor ekonomi negara paling keren di dunia adalah Yusuf -salam atasnya. Sebelum jadi menteri, ia sudah tau apa yang akan terjadi. Mesir akan mengalami “surplus” selama 7 tahun. Sebelum 7 tahun setelah itu akan mengalami “defisit” yang sangat parah.

Forecasting itu ia lakukan atas dasar data, input atau variabel “visioner” tertentu. Melalui metode “statistical intuition” Ia sudah tau apa yang akan terjadi pada 14 tahun yang akan datang. Ia bisa “memprediksi” sesuatu, sebelum sesuatu terjadi. Karena ilmunya ini, ia dipercaya jadi menteri. Mungkin koordinator bidang ekonomi sekaligus keuangan. Quran menyebutnya sebagai “khazaa-inil ardh” -bendahara negeri, yang “hafizhun alim” -berilmu dan pandai menjaga (QS. Yusuf: 55).

Ilmu ekonomi memang penuh dengan prediksi. Sebab, yang akan dihadapi adalah berbagai kondisi sosial, bisnis dan keuangan masa depan yang dipenuhi oleh berbagai variabel dan asumsi.

Ekonom yang hebat bisa membaca data, pola dan trend yang ada, untuk melihat masa depan. Bahkan lebih dalam lagi, punya bashirah. Bisa “melihat” atau “merasa”, sehingga tau apa yang akan terjadi ke depannya. Dari sosok Yusuf kita bisa bisa mempelajari bagaimana ia menguasai kedua ilmu ini.

Karenanya, ia sukses mengelola kekayaan negeri. Dari apa yang ia ketahui tentang masa depan, lahir berbagai aturan, kebijakan dan strategi pembangunan. Bagaimana ekonomi dijalankan dimasa sulit. Lalu bagaimana seharusnya dimasa makmur. Setiap negara biasanya akan mengalami dua periode ini.

***

Kembali ke Indonesia.

Bagaimana kira-kira kondisi ekonomi Indonesia di masa Purbaya? Apakah akan berbeda dengan masa Sri Mulyani?

Masa Sri Mulyani kita seperti berada di fase “paceklik”. Indonesia dikerjai asing. Utang bertumpuk. Fiskal diperketat. Pajak naik. Pejabatnya hedon. Pertumbuhan ekonomi 5,12 persen pertahun. Akhir kisah 20 tahun pengabdiannya ditutup dengan demo dan penjarahan.

Masa Purbaya, awal periode langsung main bagi-bagi uang. Sebanyak 200 triliun kas BI disebar ke 5 bank penyalur. Tujuannya untuk diakses masyarakat guna memutar usaha. Sejumlah pajak dihilangkan. Apa sudah mulai sejahtera kita?

Coba Anda prediksi sendiri, kira-kira apa yang akan terjadi dengan Indonesia di bawah menteri keuangan baru. Seperti tersebut cerita pembuka. Mungkin cukup hanya dengan melihat gaya ceplos dan percaya diri sang menteri; Anda sudah bisa memprediksi sesuatu yang akan terjadi.

Kira-kira bagaimana akhir kisah Purbaya? Apakah benar seperti yang ia lihat dalam ‘mimpi’-nya: “Masyarakat akan lupa demo, karena asik cari kerja dan makan enak. Sebab ekonomi sudah tumbuh 6-7 persen”. Semoga itu terjadi. Sebab, masyarakat juga mulai belajar cara cepat ala Nepal untuk memperbaiki negeri. Jika negara berlanjut gagal dalam mereformasi diri.

Bagaimana prediksi Anda?***

Bagikan:

12 thoughts on “Dari Sri ke Purbaya, Memprediksi Ekonomi Indonesia

  1. Alright, folks, heard of 33win7bet? Gave it a spin the other day. Not too shabby, got a decent selection of games. UI’s alright, nothing groundbreaking but does the job. Worth a look if you’re hunting for something new! 33win7bet

Leave a Reply to gameteenpattigold Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

200 Triliun, Mau Disalurkan Kemana?

Sat Sep 20 , 2025
Jurnal

Kajian Lainnya

SAID MUNIRUDDIN adalah seorang akademisi, penulis, pembicara dan trainer topik leadership, spiritual dan pengembangan diri.