Eksistensi Iran dalam Tiga Ayat: Memahami Aliansi Yahudi dan Kristen dalam Dinamika Nubuwwat

Bagikan:

Jurnal Suficademic | Artikel No. 18 | Maret 2026

Eksistensi Iran dalam Tiga Ayat: Memahami Aliansi Yahudi dan Kristen dalam Dinamika Nubuwwat
Oleh Said Muniruddin | RECTOR | The Suficademic

Bismillahirrahmanirrahim

PENDAHULUAN

QURAN itu tidak rasis. Quran sangat apresiatif dengan keragaman agama. Termasuk terhadap Yahudi, Nasrani, dan lainnya. Ada sejumlah ayat yang memuji Yahudi, Nasrani, dan lainnya sebagai kaum bertauhid dan berbuat baik (QS. Al-Baqarah: 62 dan 69; Aali Imran: 113-114, Al-Hajj: 40). Pada saat yang sama, Quran juga memberi peringatan agar kita waspada terhadap kelompok ini. Ada sejumlah ayat yang ikut mengkritisi kejahatan mereka.

Pertanyaan adalah, bagaimana cara kita mendudukkan isu ini, sehingga diperoleh satu pemahaman yang arif tentang fenomena yang seolah-olah bertolak belakang:

  1. Kenapa Yahudi, Kristen, dan lainnya dipuji sebagai “orang-orang baik” dalam Quran?
  2. Kenapa Yahudi, Kristen, dan lainnya dicerca sebagai “orang-orang buruk” dalam Quran?

Berikut kami uraikan ayat-ayat paradoks tentang “aliansi” Yahudi dan Kristen. Analisis ini akan kami dudukkan dalam konteks dunia hari ini. Ada pesan-pesan Nubuwwah dari masa silam yang terus aktual. Dari kajian ini, kita harapkan lahir cara pandang yang lebih kritis terhadap “entitas”aliansi” Yahudi dan Kristen.

ANALISIS TIGA AYAT

Ayat 1: Al-Baqarah Ayat 120

Perhatikan ayat ini:

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْۗ قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰىۗ
وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِۙ مَا لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ ۝١٢٠

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu sehingga engkau mengikuti millah mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Sungguh, jika engkau mengikuti hawa nafsu mereka setelah ilmu sampai kepadamu, tidak ada bagimu pelindung dan penolong dari (azab) Allah.” (QS. Al-Baqarah: 120)

Ayat ini sangat populer. Begitu populer, seolah-olah wajib membenci Yahudi dan Nasrani (Kristen) seluruhnya. Seolah-olah semua Yahudi, semua Nasrani, adalah jahat. Padahal tidak demikian.

Coba perhatikan. Yang dibahas di ayat ini, bukan tunggal tentang Yahudi. Juga bukan tunggal tentang Nasrani (Kristen). Yang dibahas adalah kesatuan dua kelompok ini: “Yahudi dan Nasrani”. Aliansi kedua mereka inilah yang telah mengacaukan dunia. Persatuan dua kubu inilah melahirkan kekuatan militer yang intimidatif seperti NATO, dan berbagai kelompok kapitalis lainnya termasuk IMF.

Lahirnya Israel adalah murni proyek dua kelompok ini. Idenya berasal para elit Yahudi, yang disokong oleh para politisi Inggris yang Nasrani. Lahirlah zionisme. Lalu, pad kasus terakhir, terjadilah genosida di Gaza. Pembantaian ini dilakukan oleh Yahudi Israel (Netanyahu) dengan dukungan senjata dari Nasrani Amerika (Donald Trump). Bahkan politik Amerika sendiri adalah sebuah bentuk kombinasi pendanaan dari kelompok lobi AIPAC Yahudi, yang memasang para politisi Nasrani sebagai pemain terdepan. Amerika adalah negara nasrani yang dikendalikan elit Yahudi.

Elit global Yahudi berkolaborasi dengan politisi-politisi Nasrani diseluruh dunia untuk menguasai sumberdaya alam. Terjadilah penjajahan dimana-mana. Mereka mengontrol politik dan keuangan dunia lewat aneka sistem dan lembaga. Semua diwajibkan ikut “millah” (blok, poros, keyakinan, ideologi, atau aturan) mereka. Jika tidak, akan dihabisi. Di demo. Dikudeta. Diculik. Di bom.

Hawa nafsu mereka tinggi sekali. Tujuannya satu, ingin menciptakan satu tatanan global baru yang keseluruhannya berpusat dan dikendalikan oleh mereka. Mereka tidak akan berhenti. Motivasinya tinggi sekali. Mereka tidak akan membiarkan Anda hidup nyaman, sebelum tunduk pada keinginan mereka. Negara-negara Arab termasuk yang sepenuhnya telah dicocok hidung dan patuh kepada mereka. Negara-negara teluk menjadikan blok Yahudi dan Nasrani ini sebagai pelindung. Pada ujungnya, seperti pesan ayat tersebut, bisa dipastikan raja-raja Arab ini akan hina dan tidak akan tertolong dari azab dan keruntuhan.

Hanya tersisa Iran dengan beberapa poros perlawanan saja yang tidak bisa ditundukkan. Perangnya pasti sengit. Namun, sebagaimana disebut di akhir Al-Baqarah ayat 160 tersebut, hanya yang menjadikan Allah sebagai pelindung dan penolong saja yang mampu menghadapi aliansi Yahudi-Kristen ini. Saat ini, negara yang seperti itu hanya tersisa di Iran.

Ayat 2: Al-Maidah Ayat 82

Simak ayat berikut:

لَتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْاۚ وَلَتَجِدَنَّ
اَقْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّا نَصٰرٰىۗ ذٰلِكَ بِاَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيْسِيْنَ وَرُهْبَانًا وَّاَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ ۝٨٢

“Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Pasti akan engkau dapati pula orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Hal itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan rahib, juga karena mereka tidak menyombongkan diri. (QS. Al-maidah: 82)

Coba perhatikan. Di potongan awal ayat Al-maidah 82 ini, Allah memberi warning tentang bahaya orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik: “Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik….” (QS. Al-Maidah: 82).

Di ayat yang sama itu pula, kelanjutannya, Tuhan memuji orang-orang Kristen (Nasrani): “… Pasti akan engkau dapati pula orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Hal itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan rahib, juga karena mereka tidak menyombongkan diri” (QS. Al-Maidah: 82).

Begini analisisnya.

Pertama, yang berbahaya itu adalah “yahuda walladzina aysraku”: Yahudi yang bersekutu dengan orang musyrik. Siapa mereka? Dalam konteks hari ini, mereka adalah persekutuan Yudaisme “Netanyahu” dengan India musyrik “Modi”, penyembah patung itu. Kedua mereka ini sejak dulu memang sangat melampaui batas dalam menganiaya orang-orang beriman. Hari ini, keduanya baru saja menjalin kerjasama baru. “Israel is fatherland and India is motherland”, sebut Modi saat berada di depan anggota Knesset di Tel Aviv (25 Februari 2026).

Coba lihat fakta terkini. Pada awal Maret 2026, sebanyak 87 angkatan laut Republik Islam Iran yang berada di dalam kapal perang IRIS Dena, syahid di perairan India. Mereka baru pulang dari latihan MILAN 2026, pun atas undangan India. Saat bertolak balik ke Iran, koordinat keberadaan mereka diberitau oleh India kepada Israel cs. Lalu dengan bantuan kapal selam Amerika, kapal angkatan laut Iran di rudal. Betapa “kerasnya” permusuhan aliansi Yahudi dan kaum musyrik ini terhadap Islam Kita tidak tau ke depan, apalagi agenda jahat Israel dan India dibawah perdana menteri Modi.

Kedua, namun, di akhir surah Al-Maidah ayat 82 tersebut, Tuhan juga memberi tau bahwa yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang beriman adalah mereka yang berkata “inna Nashaara” (sesungguhnya kami adalah orang-orang Nasrani). Siapa mereka? Dalam konteks hari ini, mereka adalah Kristen Orthodox Rusia. Mereka diwakili oleh Putin, para pendeta, dan rahibnya. Mereka tidak sombong, dan paling dekat dengan orang-orang beriman.

Kristen Rusia paling pro Iran. Paling kagum dengan para Ayatullahnya. Rusia dibawah kepemimpinan Putin yang Nasrani itu sangat melindungi muslim. Juga anti dengan LGBT. Begitu juga para pemimpin dan warga muslim Chechnya disana, sangat setia dengan Putin. Putin dengan warna Nasrani Bizantium Timurnya itu sangat anti dengan imperialisme Yahudi atau Kristen Bizantium Barat (Eropa). Bahkan Putin sedang berperang dengan mereka di Ukraina.

Ayat 3: Al-Maidah Ayat 51

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصٰرٰٓى اَوْلِيَاۤءَۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۗ
وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِنَّهٗ مِنْهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ۝٥١

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai penolongmu. Sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Siapa di antara kamu yang menjadikan mereka penolong, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS. Al-maidah: 51)

Ayat ini ikut menyimpulkan dua ayat sebelumnya. Disitu Anda bisa membaca perintah Quran untuk tidak menjadikan “aliansi” Yahudi dan Nasrani sebagai auliya (penolong, pemimpin, dan belakangan juga diterjemahkan sebagai “teman setia”). Ini pesan kontekstual ayat untuk bangsa Arab hari ini. Mereka telah menjadikan Israel dan Amerika (aliansi Yahudi-Nasrani) sebagai pemimpin atau penolongnya. Bahkan pemimpin Islam seperti Erdogan pun berada dalam organisasi ini (NATO).

Seperti disinyalir dalam ayat tersebut, negara-negara Arab telah ikut menjadi penolong bagi Israel. Setiap rudal yang meluncur dari Iran, mereka yang tangkis sebelum sampai ke Tel Aviv. Kawasan Arab telah diserahkan oleh para emir dan raja Arab kepada tim Yahudi-Nasrani (Amerika) untuk dijadikan pangkalan bagi pertahanan Israel. Pangkalan-pangkalan aliansi setan inilah yang sedang dirudal oleh Iran. Tentu pemimpin-pemimpin musyrik dan munafik Arab ikut merasakan. Boleh jadi, dinasti mereka akan berjatuhan jika para penolongnya sudah tidak ada lagi.

Kesimpulan

Anda sebagai muslim jangan cepat sekali membenci Yahudi. Kita juga jangan reaktif dengan Nasrani. Jangan sampai bertikai dengan tetangga Anda yang Kristen. Hindari sikap hitam putih. Asah sedikit otak. Jangan bodoh sekali. Pahami ayat dengan baik. Berfikir lebih strategis. Lihat konteks. Bahwa Yahudi itu banyak sekali yang baik dan beriman. Demikian juga dengan Nasrani, banyak yang dipuji Tuhan. Khususnya mereka dalam entitas tunggal, sebagai penganut agama yang toleran dan taat berbuat kebaikan.

Dalam Yahudi ada kelompok seperti “Naturei Karta”. Kelompok ini memiliki pandangan progresif, terbuka, atau fokus pada nilai etika dan kemanusiaan. Mereka ini meliputi Yahudi reformis, konservatif, serta kelompok-kelompok anti-Zionis. Mereka menentang keberadaan negara Israel. Menentang penjajahan terhadap Palestina. Mereka menganggap zionisme sebagai gerakan pemalsu ajaran Taurat. Warga Amerika dan Eropa yang Kristen pun sekarang terus berdemo menentang keterlibatan pemerintah mereka dalam mempersenjatai Israel.

Anda juga jangan sampai tidak mau berobat ke dokter-dokter Kristen di Penang dan Singapura, gara-gara banyak mengkonsumsi ayat tentang keburukan Yahudi, atau Nasrani. Juga jangan menolak kalau ada guru dan dosen-dosen Anda yang beragama Kristen. Juga jangan ekstrim kali melarang masyarakat Nasrani yang ingin membangun gereja untuk beribadah. Kalau perlu, kasih tanah Anda. Selama dengan adanya gereja itu mereka menjadi lebih baik dan tidak lagi mabuk-mabukan. Kalau ada warga Nasrani yang miskin, santuni juga. Jangan hanya orang Islam saja yang disedekahi. Itu semua wilayah kerja kemanusiaan. Wilayah kebaikan.

Anda hanya perlu waspada dengan “aliansi-aliansi” Yahudi-Nasrani-Musyrik yang membentuk sistem politik kolonialis dan aliansi bisnis imperialis, mulai dari level lokal sampai ke level global. Memang ada kelompok-kelompok Nasrani seperti Evangelis yang memang disetting untuk pro-zionisme. Namun secara umum, Yahudi dan Nasrani secara keagamaan tidak pernah ketemu. Ajaran mereka sangat bertolak belakang. Yesusnya orang Nasrani, itu aliansi Yahudi-Romawi yang eksekusi. Yesus mereka ditolak sebagai Nabi, apalagi sebagai Tuhan. Bahkan wajah orang-orang Kristen sampai sekarang terus diludahi. Tapi, ketika masuk pada wilayah merampok, menjajah, merebut tanah dan ladang minyak; mereka mulai kompak. Pada agenda-agenda kolonialisme semacam ini mereka mulai membawa-bawa agama (Tanah yang Dijanjikan, Bangsa Pilihan, Anti-Semit, dsb) sebagai dalil pembenar.

Iran sedang bertempur dengan “alinasi” Yahudi, Nasrani, dan Arab Musyrik ini. Juga sedang bersitegang dengan India. Sudah mulai keras memang. Sebab, itulah musuh aslinya. Sementara, di Iran juga banyak kelompok Yahudi dan Kristen yang sangat dilindungi. Sebab, semuanya baik. Bahkan terakomodir di parlemen. Jadi; isu Yahudi, Kristen, danlainnya harus dipilah dengan baik. Ketika satu ayat Quran memadukan dua kata: “Yahudi dan Nasrani”, disitu kita sudah mulai harus hati-hati. Pesan Nubuwwah tentang bahaya mereka sangat kuat!

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

Bagikan:

2 thoughts on “Eksistensi Iran dalam Tiga Ayat: Memahami Aliansi Yahudi dan Kristen dalam Dinamika Nubuwwat

  1. Là một trong những nhà cái phát triển mạnh tại châu Á, 888slot link không ngừng nâng cấp hệ thống để đảm bảo tốc độ truy cập ổn định ngay cả trong giờ cao điểm, giúp người chơi không bị gián đoạn trải nghiệm cá cược. TONY03-25

  2. Slot tại 888slot có mức cược linh hoạt từ 1.000 VNĐ đến 1 triệu VNĐ/vòng – phù hợp với cả người chơi casual lẫn high roller. Bạn hoàn toàn kiểm soát được rủi ro của mình. TONY03-25

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kajian Lainnya

SAID MUNIRUDDIN adalah seorang akademisi, penulis, pembicara dan trainer topik leadership, spiritual dan pengembangan diri.