Trump, Jolani dan Mamdani

Bagikan:

Jurnal Suficademic | Artikel No.31 | November 2025

Trump, Jolani atau Mamdani
Oleh Said Muniruddin | Rector Suficademic

Bismillahirrahmanirrahim.

Ketika Trump dan geng zionisnya sedang sibuk me-make up Jolani sebagai pemimpin baru dunia Islam, tiba-tiba muncul Mamdani. Pemuda vokal asal Uganda ini terpilih menjadi walikota muslim pertama di New York. Kemenangannya menjadi tonggak kekalahan islamofobia di Amerika.

Pemuda sosialis demokrat berusia 34 tahun ini menjadi simbol baru perlawanan terhadap arogansi elit Amerika. Keberaniannya mengguncang dunia. Ia bahkan berjanji menangkap Netanyahu si pelaku genosida, jika berani datang ke New York. Suara penegakan keadilan ini kini justru bergema tepat di jantung Amerika.

Perjuangannya dalam menjadi walikota New York tidak hanya mengalahkan dua pesaingnya, Andrew Cuomo dan Brad Lander. Tapi ia juga mempecundangi Bill Ackman, Reed Astings, Michael Bloomberg, James Murdoch, Home Depot, Walmart, Airbnb, DoorDash, Lauder Family, Tisch Family, dan semua bilioner yang telah menempatkan berton-ton uang mereka untuk mengalahkannya.

Di atas itu semua, ia telah menampar wajah presiden Trump, orang yang paling menginginkan dia gagal menjadi pemimpin kota terbesar dan terpadat di Amerika.

Sejak hari kemenangannya, para penentang harus belajar kembali cara mengeja namanya. Elon Musk memanggilnya “Mumdumi”. Caroline Levitt membacanya “Zamdani”. Cuomo menyerunya “Mandami”. Namanya yang benar adalah M-A-M-D-A-N-I. Zohran Kwame Mamdani.

Tidak hanya bersuara untuk Palestina, Mamdani juga mengkampanyekan anti semitisme. Kelompok dan intelektual Yahudi yang cinta damai berada dibelakangnya. Dalam usaha terakhirnya untuk mencegah Mamdani menjadi wali kota, Trump menulis: “Setiap Yahudi yang memilih Hamdani hanyalah bodoh”.

Namun apa mau dikata. Mamdani menang. Ia menjadi wali kota Muslim pertama di New York. Bukan hanya muslim. Tapi ia juga Syiah. Sebuah mazhab yang secara global kini menjadi musuh utama Zionis dan gengnya. IRGC Iran, Houthi Yaman, Hashad Syakbi Irak dan Hizbullah Lebanon; semua kelompok perlawanan ini adalah Syiah.

Zionis dan AS bukan anti Islam. Mereka hanya anti terhadap siapapun yang anti dengan kejahatan mereka. Mereka senang dengan para pemimpin muslim; khususnya yang bersedia tunduk, patuh, bisa diajak nego dan sejalan dengan kepentingan kapitalisme mereka. Karenanya mereka suka dengan Erdogan (Turki), Bin Salman (Saudi), Bin Zayed (UEA), Elsisi (Mesir), Abdullah (Jordan), Tamim bin Hamad (Qatar), dan Jolani (Suriah).

Kehadiran Mamdani menimbulkan rasa was-was besar di tengah lobbi zionis di Amerika. Sebab, anggota Partai Demokrat yang beraliran sosialis demokrat ini hadir dengan membuat perlawanan baru. Ia penentang keras Donald Trump. Ia anti dengan kerakusan elit global. Ia menyatakan diri berada pada pihak marjinal, termasuk imigran.

Mamdani berkata, “Perjalanan saya di dunia politik dimulai dengan Palestina… Kita bilang kita peduli pada kebebasan, peduli pada keadilan, peduli pada keamanan, peduli pada perdamaian — namun kita tidak berani menerapkannya pada Palestina”. Pidato-pidatonya menusuk jantung zionis.

Bayangkan, berapa repotnya mereka kalau suatu ketika Mamdani mencalonkan diri dan menjadi presiden Amerika.

Bagi publik muslim, kemunculan Mamdani menjadi sebuah semangat tersendiri. Di tengah kepengecutan dan diamnya pemimpin-pemimpin muslim terhadap kebrutalan geng zionis yang didukung penuh Amerika, hadirnya Mamdani memberi harapan. Tuhan seperti tidak pernah kehabisan orang yang hadir untuk menyuarakan keadilan.

Awalnya, harapan itu sempat diberikan kepada Jolani. Rupanya, agenda politik dan keberaniannya hanya sampai di Damaskus. Pelurunya jihadnya tidak tembus ke Tel Aviv. Ia malah sudah bersilaturahmi dengan banyak politisi dan milioner zionis. Ternyata, jatuhnya Bashar Asad juga bagian dari agenda zionis. Kabar terakhir, Suriah bagian selatan sudah ia hadiahkan untuk Netanyahu.

Kita tak tau, bagaimana kelanjutan cerita Mamdani. Tentu semakin seru. Yang jelas, Amerika sudah punya calon presiden -mungkin yang terbaik, untuk masa depan mereka!

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

Bagikan:

4 thoughts on “Trump, Jolani dan Mamdani

  1. Thinking of checking out phfun27. What’s the vibe guys? What games are popular there? Looking for quick payouts and a smooth experience, unlike some others I’ve tried, haha. Maybe phfun27 is the answer!

Leave a Reply to gamebetvina Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Bangsa yang Terluka

Thu Nov 6 , 2025
Jurnal

Kajian Lainnya

SAID MUNIRUDDIN adalah seorang akademisi, penulis, pembicara dan trainer topik leadership, spiritual dan pengembangan diri.