Jurnal Suficademic | Artikel No.36 | Desember 2025
Kenapa Bencana Terus Berulang?
Oleh Said Muniruddin | Rector Suficademic
Bismillahirrahmanirrahim.
BENCANA adalah ujian. Ibarat ujian di kampus, kalau soalnya bisa dijawab, maka lulus. Tak ada pertanyaan serupa untuk dijawab kembali pada semester depan. Tapi, kalau gagal dipahami, tidak bisa diselesaikan dengan baik, tahun depan akan ada ulangan lagi. Dengan soal-soal serupa. Kalau tahun lalu soal banjirnya dalam bentuk tsunami, tahun ini mungkin dalam wujud bandang atau lainnya.
Bencana juga begitu. Allah kirim bencana untuk menguji, apakah kita bisa menjawabnya atau tidak. Apakah masalah ini bisa kita hadapi, atau tidak. Kalau tidak, maka ke depan akan diulang lagi. Musibah ini akan terputus kalau kita telah belajar. Minimal, ke depan, jika soal semacam ini muncul lagi, sudah enteng dihadapi. Tidak ada korban dan kerusakan separah ini.
***
Dalam kehidupan sehari-hari, hal yang sama selalu kita alami. Ada orang yang hidupnya selalu dalam siklus utang. Selesai dari satu utang, terperangkap utang lain. Selama akar perilaku penyebab utang dan cara memutuskannya belum kita ketahui, ujian terkait utang akan terus datang.
Ada orang yang selalu kena tipu. Berulang-ulang. Penyebabnya, ada sikap dan kebiasaan dalam dirinya yang memberi peluang bagi orang lain untuk menipunya. Sebenarnya, ia sendiri yang mengundang orang untuk menipu. Selama akar karakter ini belum terperbaiki, hidupnya akan terus kena tipu.
Ada orang yang selalu kembung perutnya. Atau sakit giginya. Atau berdenyut kepalanya. Berulang-ulang. Setiap hari. Selama ia tidak tau apa penyebabnya, dan tidak ia hentikan perilaku penyebab itu terjadi, penyakit ini akan terus menjadi ujian yang berulang.
Ada orang yang selalu susah, was-was. Ia tidak tau apa masalahnya. Tapi selalu begitu setiap hari. Selama ia tidak tau penyebabnya, makan ia tidak akan pernah bisa menyelesaikannya. Maka ujian ini akan terus berulang. Soal yang sama selalu datang.
Ada orang yang selalu dibenci oleh yang lain. Mungkin, selama pola komunikasi tidak ia perbaiki, maka hubungannya dengan orang-orang akan terus bermasalah. Ujian kebencian akan terus menghampiri.
Bencana juga demikian, akan terus berlanjut. Akan terus berulang. Kalau secara kultural perilaku kapitalistik kita belum berubah. Kalau tata kelola dan kinerja struktural masih sama. Masih korup dan suka mencari untung dengan merusak alam.
Maka jawaban untuk persoalan banjir, boleh jadi dengan menghentikan deforestasi, menghentikan liarnya laju pertambangan, meningkatkan mitigasi bencana, perbaikan infrastruktur aliran sungai, dsb. Kalau ini dilakukan, bencana tidak akan terulang. Hujan tetap turun. Sederas apapun pasti tidak akan menjadi bencana nasional.
“Bencana nasional” artinya, pelaku kerusakan sudah melibatkan pemain nasional. Parahnya tinggi. Kalau bencana daerah, aktor kerusakan masih pada level daerah. Lumayan parah. Kalau bencana lokal, ya hanya terjadi akibat tradisi lokal. Bencana kecil-kecilan. Kenyataannya, hutan kita gundul, pelakunya elit besar semua. Dari pusat sampai daerah.
***
Bencana tidak datang tanpa alasan. Ia hadir sebagai ujian. Untuk menguji, apakah kita sudah bisa naik tingkat atau belum. Ujian sudah pasti terus datang. Sekaliber nabi pun terus diuji. Tapi sebaiknya dalam bentuk berbeda, untuk terus menguji level iman dan kecerdasan manusia.
Kalau ujiannya terus menerus banjir, lalu kita selalu menjadi bahan tontonan dunia, itu namanya kebodohan. Jakarta, terus menerus banjir. Itu kebodohan. Itu ujian yang sejak dulu belum bisa dijawab dengan baik. Karenanya terus berulang. Harus ditemukan jawaban yang baik dan benar, agar itu selesai. Agar air yang sebenarnya turun deras sebagai rahmat, tidak berubah menjadi musibah.
Kenyataannya, hujan deras hampir selalu menjadi bencana. Berarti, hal-hal di atas tidak kita lakukan. Malah sebaliknya, hutan semakin liar digunduli. Rimba diubah fungsi jadi perkebunan sawit. Dengan demikian, siapkan diri, ujian akan berulang. Bencana semacam ini akan terus terjadi. Kondisi ini semakin parah, ketika para pemimpinnya angkat tangan. Ada juga yang lari, angkat kaki. Lainnya saling menyalahkan.
Di Jepang, tsunami sudah menjadi fenomena alam biasa. Tidak lagi menjadi bencana. Begitu juga gempa. Sudah tau mereka harus melakukan apa. Struktur bangunan yang harus disiapkan seperti apa. Mitigasinya bagaimana. Mereka sudah belajar. Mereka sudah sadar. Pemimpinnya bertanggungjawab. Maka, gempa dan tsunami bagi mereka bukan lagi bencana. Kita orang Islam jangan malu belajar hal-hal ini dengan para penyembah matahari.
Itu salah satu contoh bangsa yang belajar. Yang tidak jatuh pada lobang yang sama. Yang tidak menjadi terhina setiap terjadi tsunami, banjir, longsor, kekeringan dan gempa. Mereka bangsa yang selalu mengalami bencana. Tapi terdepan dalam membantu bangsa lain saat terjadi bencana.
Kesimpulan
Jadi, bencana tidak selalu datang karena kita rajin membuat konser. Atau karena malas sembahyang. Atau karena celana pendek laki atau rok ketat perempuan. Penyebab bencana tidak semistis itu. Sebagian besar justru terjadi karena kita belum bisa menghadapi dan menanggulangi bencana sebelumnya dengan baik. Selama secara saintifik faktor kausalnya belum terjawab, juga selama kesadaran emosional dan spiritual kita belum kuat untuk memutuskan mata rantai penyebabnya, ia akan terus hadir untuk dijawab.
Terkadang tidak cukup sekali bencana untuk kita sadar dan mau belajar. Kadang-kadang butuh dua sampai tiga kali bencana, baru kita menjadi dewasa. Kalau tiga kali belum sadar, biasanya bencana selanjutnya akan memusnahkan sebuah bangsa. Konon, dalam era Otsus selama 20 tahun ini, praktis sudah tiga kali kita mengalami bencana besar: tsunami, gempa Pijay, dan banjir terkini. Jika tiga kali ini kita gagal belajar, tepatnya gagal sadar; mungkin pada siklus bencana ke depan “bangsa teuleubeh ateuh rhueng donya” akan musnah semua.
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****


The jilipgapp seems pretty legit so far. Downloaded and ready to play, hoping to get a good start there. Let’s see it worth it! jilipgapp
8Dayvina – How much can you win in 8 days? Let’s play!! Here’s where to get started: 8dayvina
Looking for a reliable agent for Lucky Cola? luckycolaagent seems to have their stuff together. Quick responses and helpful info. Worth looking into if you’re serious about playing there. luckycolaagent
Been using keo188bet for a while now, and honestly, I’m happy with it. The odds are decent and the site’s easy to navigate. Give it a try if you’re into that sort of thing. Link’s right here: keo188bet