Pidie, Revolusi Tanpa Henti

Bagikan:

PIDIE, REVOLUSI TANPA HENTI
Oleh Said Muniruddin

***

Pidie, 1945-1946

Ulee Balang berkuasa
Ulama merana
Pidie pun membara
Di Lamlo asal mula
Konflik sosial yang meninggalkan luka
Cumbok berakhir dalam derai air mata
Di Sanggeue eksekusinya

***

Pidie, 1953-1962

Republik berdusta
Syariat diminta
Aceh dilebur ke Sumatera Utara
Daud Beureueh angkat senjata
Aceh dikelabui gelar “istimewa”
DII/TII telah lama sirna
Di Lamteh perjanjiannya

***

Pidie, 1976-2005

Orde Baru menguat
Gas dan minyak dirampok pusat
Di Halimun Hasan Tiro berdaulat
Aceh pun berjaring merah
Konflik GAM-RI telah dua dekade punah
Senjata telah dibelah-belah
Di Helsinki mereka menyerah

***

Pidie, 2025…

Hutanmu ditebang korporat jalang
Emasmu digeruk mafia binatang
Yang dibecking aparat penguasa sialan
Dalam banjir mereka jadi jutawan
Nyawa anak cucumu jadi taruhan

Dari pegunungan Pidie seolah-olah semangat itu kembali berkobar:

“Hei rakyat Aceh! Revolusimu abadi. Untuk menegakan keadilan di Serambi ini. Menjaga keutuhan NKRI dari penjajahan alam, itu harga mati”

Kejar!!
Lawan!!

***

Said Muniruddin
Banda Aceh, 31/12/2025

Bagikan:

3 thoughts on “Pidie, Revolusi Tanpa Henti

Leave a Reply to ssbet Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Datang Salah, Tidak Datang Lebih Salah

Fri Jan 2 , 2026
Jurnal

Kajian Lainnya

SAID MUNIRUDDIN adalah seorang akademisi, penulis, pembicara dan trainer topik leadership, spiritual dan pengembangan diri.