LADUNI

Bagikan:


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.81 | November 2021


LADUNI
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Sumber ilmu pengetahuan (berita/ide/khatir) dapat dibagi 5:

1. Alam laduniah
2. Alam akal perseptual
3. Alam tekstual
4. Alam nafsu
5. Alam syaitan

Laduni adalah wahyu, ilham, hidayah, petunjuk, ilmu atau pengetahuan yang turun langsung dari sisi Allah. Allah langsung yang “berbicara” dengan kita. Allah langsung yang mengajarkannya. Ladunna ilma, ilmu yang datangnya langsung dari sisi Kami (QS. Al-Kahfi: 17).

فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا

“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami (QS. Al-Kahfi: 65).

Contoh ilmu dan pengalaman laduniah banyak sekali. Bisa bersifat temporer, kadang-kadang. Bisa permanen, sepanjang hari dan seumur hidup (seperti pada para nabi). Ini merupakan bentuk kecerdasan spiritual (SQ).

Laduniah bisa berbentuk hal-hal yang sifatnya konseptual. Misalnya ada pertanyaan-pertanyaan pelik yang terjawab dalam sebuah proses yang begitu mudah dan reflektif. Atau juga ada misteri yang jawabannya diperoleh melalui sebuah pandangan iluminatif yang begitu sederhana. Atau ada sebuah visi yang terbuka secara tiba-tiba, sehingga kita mengetahui hal-hal yang sebelumnya tak kasat; dalam potongan-potongan informasi yang begitu intuitif.

Laduniah juga bisa dalam hal-hal yang bersifat praktikal. Misalnya tiba-tiba anda menjadi ahli dalam sebuah bidang, padahal tidak ada yang mengajarkan, kecuali sebuah pengalaman batiniah yang membuat anda menjadi begitu. Ataupun hal-hal pragmatis lainnya, misalnya anda sedang mengendarai mobil. Tiba-tiba datang “petunjuk”, Allah memerintahkan anda untuk berhenti. Sifatnya sederhana, tapi laduniah. Perintah langsung dari Allah.

Contoh lengkap lainnya begini. Tiba-tiba anda melihat ada orang lagi makan. Nafsu anda mencuat, memberi tau anda untuk ikutan makan.  Pengetahuan aqliyah anda mengatakan, kalau diperbanyak sayur dan buah itu lebih sehat. Anda juga tergoda dengan sebotol whiskey yang dipajang disitu. Tapi anda berusaha melawan, karena itu dorongan syaitan. Lalu anda makan. Baru dua suap anda makan, tiba-tiba Tuhan “mencubit” tangan anda, meminta anda untuk segera berhenti makan; padahal makanannya masih banyak tersisa. Itu laduniah. Anda memilih patuh pada perintah langsung Tuhan. Meskipun menurut pengetahuan tekstual, berdasarkan isi kitab, makanan wajib dihabiskan.

Kalau akrab dengan Allah memang sering begitu. Sering “dicubit”, “dicokeh”. Ditegur. Diingatkan. Dalam segala tindakan dan ucapan Allah akan hadir untuk memberi perintah dan arahan (guidance). Ini disebut “God-inspiring acts.” Gerak yang terjadi bukan lagi maunya akal ataupun nafsu kita. Bukan juga atas dasar bacaan-bacaan kita. Semua kita lakukan atas dasar “bisikan” Tuhan. Itu bagi yang sudah mampu mendengar Tuhan berbicara.

Memiliki kecakapan laduniah bukan berarti kehilangan kemanusiaan. Boleh jadi seseorang bertindak sesuai akal dan nafsunya. Memang begitulah manusia. Tapi kemudian Tuhan hadir untuk mengoreksi, jika ada ide yang lahir dari alam pikirannya itu salah. Bisa jadi ia sedang bernafsu. Tuhan juga hadir untuk mengkonfirmasi bahwa nafsunya itu keliru dan jahat. Atau boleh jadi nafsunya disetujui, “dirahmati” oleh Allah (QS. Yusuf: 53). Jadi; fungsi intelektual dan nafsu tetap ada. Tapi Allah selalu hadir untuk mengkonfirmasi benar salahnya. Kita tidak dibiarkan tersesat sendiri. Itu namanya laduniah.

Bagi orang yang sudah mahir (jiwanya sudah bersih/halus/terlatih) punya alat verifikasi bahwa sumber ilmu yang diperoleh bersumber dari alam apa. Dia tau yang mana Allah yang sedang berbicara, dan yang mana setan yang sedang berkata-kata. Kita yang awam tidak punya alat ini. Makanya mudah terkena tipu daya setan. Terkadang, sholatpun setan yang suruh. Bahkan puasa, sedekah dan haji seringkali lahir karena dorongan syaitan. Sehingga nilai ikhlasnya hilang. Pandai setan itu!

Karenanya, syarat mencapai pengetahuan laduniah adalah “makrifatullah”, alias mengenal Allah. Dengan demikian tau yang mana bukan Allah, sehingga tidak lagi tertipu oleh bisikan/pengetahuan non-Allah yang masuk dalam diri. Ada metodologi khusus untuk mencapai maqom “connected” ini.

Ilmu laduni adalah ilmu yang “tidak berhuruf dan bersuara”. Ia diilhamkan, dibenam langsung ke dada. Orang awam yang tidak punya kemampuan verbal, agak rumit mengungkapkan pengetahuan yang diterimanya. Karena proses masuk dan tercerapnya ilmu ini termasuk bagian dari pengalaman Ruhani. Dia merasakan. Tapi sulit mengungkapkan.

Kalau punya kemampuan bahasa yang bagus, anda akan mampu membahasakan pesan-pesan laduniah dalam ungkapan-ungkapan khusus. Termasuk dalam bahasa-bahasa ringan yang mudah dipahami orang. Makanya ada kitab yang mudah dipahami dan bisa diterima. Ada juga yang bikin rusuh. Itu semua hanya masalah pilihan kata. Masalah perspektif yang tertuang dalam perbedaan redaksi.

Tapi, karena ini pesan-pesan dari alam yang sangat tinggi, para sufi seringkali meramu pengetahuan ini dalam bahasa-bahasa yang indah dan puitis. Terkadang bertujuan untuk menyamarkan pesan-pesan yang mungkin terlalu vulgar. Tapi seringkali puisi dianggap bahasa yang paling mewakili untuk mengungkapkan pesan-pesan ilahi. Karena pesannya datang dalam alam rasa, maka bahasanya pun harus penuh estetika.

Alquran juga begitu. Sangat puitis, sekaligus mutasyabih (tersamar). Bahasa yang dipilih Tuhan pun bahasa Arab. Karena dianggap salah satu bahasa yang paling kaya dan paling mampu mengekspresikan pesan-pesan dengan makna berlapis. Mulai dari makna lahiriah sampai kepada bentuk-bentuk batiniahnya.

Omongan nabi, termasuk geraknya (hadis), itu semua laduniah. Makanya suci. Menjadi hukum, tauladan atau sunnah. Semua orang saleh memiliki potensi serupa. Omongan dan gerak mereka juga bisa bernilai sunnah. Sejauh jiwanya suci. Itulah yg disebut “karamah”. Gerak, omongan dan kepribadiannya memiliki nilai ketuhanan yang tinggi. Alias, ada Tuhan dalam semua gerak-geriknya. Ia bicara hanya apa yang diizinkan Tuhan. Bergerak hanya pada hal-hal yang diberi hidayah oleh Tuhan. Sehingga Alquran berkata:

وَالنَّجْمِ اِذَا هَوٰىۙ ° مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوٰىۚ ° وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ ° اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ

(1) “Demi bintang ketika terbenam. (2) Kawanmu tidak sesat, tidak keliru. (3) Dan tidak pula berucap berdasarkan hawa nafsu. (4) Ia tidak lain, kecuali wahyu yang disampaikan” (QS. An-Najm [53]:1-4).

Manusia dianggap “normal” kalau berbicara menurut referensi akal dan buku teks. Kalau sudah ngomong berdasarkan referensi dari alam supranatural (metafisika/suprarasional), itu akan dianggap gila atau “abnormal”.

Alam supranatural itupun terbagi dua. Ada alam jin/setan (alam perdukunan), ada alam malakut/alam ketuhanan (alam kenabian). Para sufi sering dituduh sesat, karena juga berbau “mistis”. Bahkan suka berbicara aneh. Sementara ada juga dukun yang dianggap ulama/ustadz. Karena fasih fatihah dan qulhunya. Orang awam tidak bisa membedakan mana nabi, mana dukun. Tidak tau yang mana gelombang jin, mana gelombang malaikat. Makanya dalam surah An-Najm ayat 2, Allah mengatakan, “Kawanmu itu (Muhammad) tidak sesat, tidak keliru”. Bukan dukun dia. Bukan setan yang berbicara. Juga bukan nafsunya yang berbicara. Ia berkata-kata hanya berdasarkan gelombang ketuhanan yang hadir padanya.

Pesan Tuhan yang masuk juga beragam, dalam aneka media dan gelombang. Ada yang masuk melalui WA. Ada via telpon. Ada dengan video call. Macam-macam bentuk kehadiran Wahyu. Bahkan kata Nabi, “Seperti bunyi lonceng”. Ataupun dalam mimpi. Juga dalam wujud Jibril, serta berbagai kode dan isyarah lainnya. Semua tergantung seberapa canggih perangkat teknologi spiritual yang anda miliki. Tergantung wadah.

Karena banyaknya gelombang yang terdapat di alam suprarasional, untuk dapat berhubungan langsung dengan Allah disarankan untuk ber-Guru kepada seorang waliyammursyida (QS. Al-Kahfi: 17) Yang profesional. Yang sudah tau mana Tuhan, mana setan. Sebab, tanpa berguru, kemungkinan tersambung dengan gelombang klenik sangat besar. Alih-alih jadi menjadi sufi, ujungnya malah jadi ahli rukyah. Jadi tabib. Jadi dukun. Bahkan dalam keseharian kita sering marah-marah, kesurupan, bahkan “tersantet” (masuk gelombang setan), akibat belum tersambung dengan gelombang Tuhan. Sehari-hari kita memang sering bersetan, kecuali yang jiwanya sudah “kembali” kepada Tuhan.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.****

💥 powered by SUFIMUDA
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web: saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG@saidmuniruddin

Bagikan:

138,177 thoughts on “LADUNI

  1. Gram tu od jakichs czterech miesiecy, mysle ze mam prawo sie wypowiedziec. Zapisalem sie z polecenia kolegi, szczerze mowiac bez entuzjazmu. To co uderza na starcie to liczba gierek — gdzies 5-6 tysiecy pozycji, co na papierze brzmi ladnie, ale realnie krecisz w kolko to samo.

    U mnie to Book of Dead oraz Gates of Olympus, czyli Pragmatic Play. Jest tez Play’n GO i troche Microgaming, wiec dostawcy sa ci znani, nie zadne krzaki. Aviator i te crashe oczywiscie tez sa, mnie to jakos nie kreci. Live kreci Evolution — Monopoly Live jest po angielsku, krupierow po polsku nie widzialem, to akurat szkoda.

    Powitalny to 100% do okolo 1500 zl z dorzuconymi okolo 150 spinow, rozlozone na raty. Wager jest x40, czyli realnie ciezko to wyciagnac — ja pierwszy raz nie doczytalem i przepadlo. Bywa tez bonus bez depozytu po potwierdzeniu konta, ale to rotuje — to co akurat leci widac na [url=888starz-casino15.pl/casino]https://888starz-casino15.pl/casino[/url] zanim wplacisz.

    Kasa — tu akurat nie narzekam. Blikiem wplata leci w sekunde, minimum to jakies 20-25 zl. Zlecalem wyplate na e-portfel i szlo jakies dwie godziny, przelew na karte to juz inna bajka, dwa dni. KYC niestety byla upierdliwa — pierwszy skan im nie pasowal, pomoc na live chacie odpisuje szybko, choc pierwsze odpowiedzi sa szablonowe.

    Apka jest i jest lzejsza od strony, jedyne ze sciagasz apk ze strony, co czesc ludzi odstrasza. Na iOS bywa roznie. Formalnie Curacao, nie polska, zatem 888starz dziala u nas w szarej strefie i rozliczenie trzeba pomyslec sam. Wiem, ze dla wielu to killer — pisze co widze. Ogolnie siedze dalej, choc bez zachwytu.

  2. Siedze na tym z pol roku, mysle ze moge sobie pozwolic wrzucic pare slow. Trafilem tam przypadkiem, przez reklame na Telegramie, raczej sceptycznie. To co uderza na starcie to ilosc slotow — cos kolo 5-6 tysiecy pozycji, co brzmi absurdalnie, w praktyce jednak krecisz w kolko to samo.

    U mnie to Book of Dead i Sweet Bonanza, no i Pragmatic. Siedzi tam sporo od Yggdrasil i troche Betsoft, wiec dostawcy to nie jakies podrobki. Crash gry typu Aviator tez maja, mnie to nie przekonalem. Na zywo kreci Evolution — Crazy Time z angielskim krupierem, polskich stolow niestety brak, to akurat szkoda.

    Powitalny to 100% do jakichs 1500 zl i do tego okolo 150 spinow, rozlozone na raty. Wager wynosi x40, co oznacza ze nie ma cudow — radze doczytac, serio. Bywa tez bonus bez depozytu po weryfikacji, ale to akcje czasowe — to co akurat leci widac na [url=https://888starz-casino15.pl/no-deposit-bonus/]https://888starz-casino15.pl/no-deposit-bonus[/url] zanim wplacisz.

    Kasa to dla mnie plus. Blikiem depozyt wchodzi od reki, prog wejscia to niecale 30 zl. Zlecalem wyplate na Skrilla — schodzilo w kilka godzin, przelew na karte juz wolniej, ze dwa dni. KYC to jednak byla upierdliwa — selfie odrzucili raz, support na czacie jest po polsku i ogarnia, choc pierwsze odpowiedzi sa szablonowe.

    Apka na Androida dziala i jest lzejsza od strony, jedyne ze nie ma jej w Google Play, bo w sklepie jej nie ma. Na iPhonie jest przez TestFlight. Papiery Curacao, czyli 888starz dziala u nas w szarej strefie i rozliczenie kazdy musi ogarnac na wlasna reke. Komus to przeszkadza, komus nie — mowie jak jest. Ogolnie siedze dalej, na spokojnie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

SIAPA YANG MENYUCIKAN JIWA MANUSIA?

Tue Nov 16 , 2021
“Jurnal

Kajian Lainnya

SAID MUNIRUDDIN adalah seorang akademisi, penulis, pembicara dan trainer topik leadership, spiritual dan pengembangan diri.