Dari Aceh ke Istora, “When Nancy Meets Farhana”

Bagikan:

Jurnal Suficademic | Artikel No.30 | November 2025

DARI ACEH KE ISTORA, “WHEN NANCY MEETS FARHANA”
Oleh Said Muniruddin | Rector Suficademic

Bismillahirrahmanirrahim.

AKHIRNYA saya izinkan istri ke Jakarta. Untuk nonton konser. “Selamat bersenang-senang sayang, jangan lupa sholat”, itu pesan standar orang kampung untuk yang akan berangkat ke kota.

Nancy Ajram, artis seksi kesayangannya akan tampil pada Rabu (5/10/2025) di Istora. Saya coba search, siapa artis yang membuat istri saya ingin sekali hadir di life corcert-nya.

Nancy, perempuan berusia 42 tahun, adalah penyanyi berkebangsaan Lebanon. Lagu populernya Akhasmak Ah, Ya Salaam, Ah w Noss, dan Ya Tabtab w Dalla. Albumnya telah terjual sekitar 12 juta copy di dunia Arab. Ini menjadikannya salah satu penyanyi terkaya di Lebanon. Menurut laporan istri saya, ini pertama kali ia berkunjung ke Indonesia.

Istri saya suka sekali lagu-lagu Arab. Pokoknya segala yang berbau Arab ia suka. Dari sholawatan sampai nyanyi. Pokoknya bahasa Arab. Entahlah, mungkin karena istri saya keturunan Arab. Saya juga keturunan Arab, tapi gak suka lagu-lagu Arab. Pening saya kalau mendengar lagu-lagu Arab. Saya lebih suka lagu-lagu Inggris.

Saya tanya, ngapain nonton ke Jakarta. Jawabnya, “Sayang juga si Nancy. Sudah jauh-jauh ke Indonesia, masak gak kita tonton”. Betul juga, pikir saya. “Orang-orang dari Malaysia juga datang ke Jakarta untuk nonton konser dia, masak kita dari Aceh gak datang”, tambah dia. Meutuwah kali jawaban istri saya. Tak ada ruang untuk kita debat.

“Ya udah, kamu di Jakarta aja sebulan. Nonton semua konser yang ada. Mau Arab, Korea; nonton semua. Kalau kurang uang, telpon!”, kata saya. Sayang dia. Di Aceh kerjanya pukul-pukul gendang kalau ada acara maulidan. Sesekali biar dia pergi nonton artis teriak-teriak di panggung. Kalau saya pribadi memang tidak suka konser. Saya lebih suka mendengar orang mengaji.

Menjelang berangkat, istri kembali menelpon minta pamit dengan ibunya. Memang anak sholehah dia. Sayup-sayup terdengar ibunya menghafalkan doa, ayat dan hadis-hadis shahih untuk anaknya, agar dilindungi Allah dalam perjalanan.

Terakhir dapat kabar dari istri. Ia dan teman-temannya sudah di depan panggung. “Kalau lagunya bagus, jangan lupa lompat-lompat sayang. Setelah pulang istighfar”, pesan saya. Lain mau kita bilang apa.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

Bagikan:

124 thoughts on “Dari Aceh ke Istora, “When Nancy Meets Farhana”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Trump, Jolani dan Mamdani

Thu Nov 6 , 2025
Jurnal

Kajian Lainnya

SAID MUNIRUDDIN adalah seorang akademisi, penulis, pembicara dan trainer topik leadership, spiritual dan pengembangan diri.